Selasa, 15 Mei 2012

Akuntansi Seni atau Ilmu? chapter 2




A. Akuntansi Seni atau Ilmu?

Menurut komite terminologi dari American Institute of certified public accountans adalah sebagai berikut:
“akuntansi adalah seni pencatatan pengklasifikasian, dan pengikhtisaran, dalam cara yang signifikan dan satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang, paling tidak diantaranya memiliki sifat keuangan dan selanjutnya diinterpresentasikan hasilnya”
Namun baru-baru ini, akauntansi telah di defenisikan berkaitan dengan konsep dari informasi kuantitatif sebagai berikut”

“akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi kuantitatif dari entitas ekonomi, terutama yang bersifat keuangan yang dimaksudkan untuk bermanfaat dalam pengambilan keputusa ekonomi, dan dalam menentukan pilihan diantara serangkaian tindakan-tindakan alternatif yang ada.”
menurut sumber WIKIPEDIA defenisi dan syarat ilmu sbb:
Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.

1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, sehingga disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.

2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya, harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.

3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.

4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
Jadi pertanyaanya adalah akuntansi apakah sebuah seni, atau aktifitas jasa atau sebuah ilmu?
Mereka yang berpendapat bahwa akuntansi adalah seni atau keahlian menyarankan agar keahlian akuntansi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pedagang yang baik harus diajarkan dan memerlukan adanya pendekatan “legalistik” terhadap akuntansi. Dan yang mendukung akuntansi adalah ilmu yang sebaliknya menyarankan agar mengajarkan model pengukuran akuntansi untuk mendapat ddan memberikan pandangan yang lebih konseptual kepada para mahasiswa akuntansi menegenai apa yang hendak dilakukan oleh akuntansi akrual konvensional dalam memenuhi sasaran umum guna melayani kebuttuhan para penggunanya; dan untuk menumbuhkan pemikiran-pemikiran kritis di bidang akuntansi dan perubahan-perubahan dinamis yang terjadi di dalamnya.
Menurut pandangan Mautz bawa akuntansi adalah ilmu sosial yang lengkap, dan menurut argumentasinya adalah:


“akuntansi berhubungan dengan perusahaan, yang tentunya merupakan kelompok sosial; akuntansi berkepentingan dengan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian ekonomi lainnya yang memiliki konsekuensi dan mempunyai dampak atas hubungan sosial; akuntansi menghasilkan pengetahuan yang berguna dan berarti bagi orang-orang yang terlibat dalam aktivita-aktivitas yang memiliki implikasi sosial; akuntansi pada hakikatnya bersifat mental menurut dasar-dasar pedoman yang ada, akuntansi adalah suatu ilmu sosial”


Akuntansi dianggap ilmu sosial telah menimbulkan perpecahan dikalangan akdemik dan praktisi, hal ini dibuktikan oleh survei AICPA sebagai berikut:
“masalah terpenting yang dihadapi oleh CPA dalam bidang pendidikan adalah adanya kenyataan bahwa bidang akademi telah terpisah terlalu jauh dari profesi akuntansi”
“riset akuntansi yang saat ini kebanyakan dijalankan tidak relevan sama sekali denagn akuntansi di dunia nyata”
 “para pengajar sering kali kurang berinteraksi dengan para praktisi”

 post by: adyponiady



0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda jika merasa tulisan dan artikel ini berguna